Ilmu & Kopi
Malam kian larut, hanya
terdengar detak jarum jam yang saling beradu, semua mata terlelap dan semakin sunyi
kurasakan, sedikit lagi selesai gumamku, sambil meneguk kopi yang sudah tidak
panas lagi, agar mata bersahabat malam ini untuk menyelesaikan tugas kuliah. Setelah
serasa selesai lalu jari jemari mengarahkan mouse untuk menyimpan file dan
menghapus beberapa file yang terlihat nyampah dilayar desktop, aku benci sekali
terlihat berantakan, lalu aku blog semua file dan kutekan shif del. Selesai juga tugas Alhamdulillah..
desahku panjang.
Sebelum mematikan laptop aku
mengecek kembali tugas yang telah kukerjakan untuk memastikan dan mengoreksinya
kembali, dan … Arghh… ternyata yang aku save file yang belum aku edit, dan file
yang sudah aku kerjakan sejak tadi terhapus. Entah hanya bisa melonggo dan
kesal sendiri rasanya kalau sudah seperti ini, ayolah kita akan memulainya
sejak awal lagi. L
**
Aku sangat suka sekali
dengan malam begini, suasana yang hening tanpa kebisingan membuat aku lebih
bisa berkosentrasi lama, mengahbiskan setiap detik waktu, entah itu menulis,
membaca maupun belajar, namun terkadang ada saja alasan untuk bisa tidur lebih
awal, apalagi kalau bukan karena lelah yang aku rasakan setelah seharian
bekerja dan kuliah.
Tapi aku bersyukur sekali
bisa kuliah, karena banyak orang diluar sana yang tidak memiliki kesempatan
sepertiku, nggak papalah kuliah sambil kerja yang penting kuliah titik. :D
Umm… ngomong” masalah kuliah
banyak suka dukanya yang aku rasakan waktu mengambil jurusan yang aku tekuni
sekarang, “teknik informatika” terdengar keren yaa.. tapi realitanya nggak
sekeren itu, tuntuanya banyak sekali, banyak kejadian-kejadian yang kadang
menggores hati karena dituntut untuk bisa semuanya tentang komputer. Misalnya saja
ketika ditanya’ sama temen” tentang komputernya yang tiba-tiba hang, atau tiba”
lemot, dan masalah yang lainya, mungkin mereka berfikir kita dikampus belajar
begitu kali yaa,dia nggak tau aja kita dikampus hanya dijejali sama yang namanya
teori hahaha. Kadang geli sendiri kalau ada yang bilang “gimana sih anak TI
begini aja nggak tau” rasa-rasa pengen bilang “ emang lo kira gue diajaran
begituan dikampus?” tapi nggak mampu ngomong begitu alhasil gw nanya sama mbah
goegle. Yang lucunya lagi waktu dikampung disuruh benerin tv yang rusak sama
lisrtik yang mati, kata emak “anak saya bukan tukang listrik.”
“masa nggak bisa, coba
otak-atik dulu, itu kabelnya atau apanya yang rusak.”
“nanti kalau anak saya
kesetrum mau tanggung jawab?” aku sambil geleng” kepala melihat dua ibu” saling
adu mulut. “emang tvnya kenapa bude?’ tanyaku. “itu layarnya biru kelur tulisan
masukan kode, nggak tau kode apa.” Pas gw cek ternyata bener, lalu gw search
aja di google dan alhasil nemu kode dan gw masukin, dan bisa kembali tvnya
wkwkwk. “wah, kamu pinter yaa ni..” dia nggak tau aja gw searching di google :D
Kata emak “iyaa emang dia
pinter” ah, emak aku ini memang yaa the best banget, tapi sejujurnya malu sii,
karena faktanya gw nggak sepinter yang emak kira, mungkin gw lagi beruntung
atau Allah permudah jalan gw karena Do’a emak selama ini.
Ngomong” masalah emak, aku
bangga banget punya emak yang baik, sabar dan penyayang, kalau kalian kira
semua emak bakal begitu kalau sama anaknya, enggak juga loh.. ada tetanggaku
yang sama anaknya sendiri diperlakukan kaya anak tiri, lagi” aku merasa
beruntung karena Allah selalu menghadirkan orang” yang baik hatinya J
**
Ngomong-ngomong tentang
kuliah dulu semua orang dikampung memandang sebelah mata tentang pilihanku
untuk melanjutkan pendidikan, namun aku tidak sama sekali mengubris toh ini
hidup gw, gw yang jalanin terserah orang lain mau berkomentar apa, selagi
pilihan gw tidak membuat murka Allah why not?
Katanya percuma sekolah
tinggi” toh nanti ujungnya didapur juga, kata kak elsa sih “dapur orang
berpendidikan dan tidak ibu beda” aku kan sekolah tinggi bukan untuk kerja,
untuk anaku kelak, hhehe :D
Karena pendidikan membuatku
lebih sedikit maju dari mereka, karena orang yang berilmu akan diangkat
derajatnya oleh Allah beberapa tingkatan disbanding orang yang tidak berilmu,
hidup tidak hanya sekedar mencari uang untuk makan, dan gaya hidup, kita juga
butuh ilmu, karena ilmu hidup kita terarah, karena ilmu kita bisa kerja cerdas,
bukan kerja keras, karena ilmu menjadikan kita seorang yang mulia, karena ilmu lebih
baik dari harta.
Salam damai, semoga Allah
memberikan Hidayah kepada orang” yang belum terbuka fikiranya tentang
pentingnya menuntut Ilmu. AamiinJ
Komentar
Posting Komentar