Jalan-Nya Yang Tidak Terduga
pada mulanya, diriku memang awam sekali masalah agama, tapi rasa ingin tauku begitu tinggi, di imbangi lingkungan yang mendukungku untuk tetap pada tujuan awalku ke Ibu kota.
2009 lalu, pertama kali diriku hijrah ke jakarta, mula-mula perubahanku makin buruk disini, hijab yang sudah aku kenakan 1 tahun itu terlepas disini. dan beralih mengikuti gaya anak muda yang ada di ibu kota.
pada mulanya aku belum mengerti hidup itu ternyata sekomplek ini, makin banyak sekali hal-hal yang aku alami, fitnah, ujian, cobaan segala aku hadapi di usiaku yang menginjak 18 tahun saat itu, menghadapi realita seperti itu yang bisa aku lakukan hanya menangis dan mencari kambing hitam yang siap aku salahkan, bahkan waktu itu waktu dimana masa-masa terburuk dalam hidupku, masalah sekecil itu saja aku tidak bisa menghadapinya hingga rasa putus asa itupun menyelimuti.
perjalanan itu sungguh berat sekali jika aku ingat kembali, singkat kata pertemuanku kepada sosok lelaki yang duduk disemester III disalah satu PTN dikawasan jakarta itulah yang membuatku menjadi wanita yang tampak seperti sekarang ini, dan melalui perantara Beliaulah Allah bimbing diri ini, diri yang hilang arah, terombang-ambing dan siap saja rusak karena tikungan dari berbagai arah.
Alhamdulillah segala kesabaranya yang tiada habisnya mengahadapi sifat kerasnya diriku, mengajari banyak hal, dan menjadikan aku wanita baik, dari yang sebelumnya.
namun nyatanya tidak semudah itu dia bisa merubah diriku, awal mula diriku berontak dan tidak menerima kehadiranya, hingga cemoohan itu pun datang dari saudara-saudara perempuanku yang awam pula dengan masalah agama.alhasil sempat saja diriku membencinya, sikapku-pun terkadang tidak mengenakan hatinya, namun ia tetap sabar, sampai akhirnya 3 tahun itupun kita lewati bersama, dan akhirnya akupun betul-betul paham lelaki baik-baik akan mendekati wanita juga dengan cara baik-baik.
kata temanku, dia itu kuper, kata temanku, dia itu cupu, kata temanku laki-laki seperti itu enggak banget, kata temanku, laki-laki kayak gitu nggak pantes buatku.
akupun masih ingat dengan kejadian 2 tahun silam, ketika dia mengantarkanku les bahasa dia mengenangkan baju koko, berbagai ledekanpun melucat dari bibir-kebibir, sempat aku malu saat itu dan ingin sekali marah padanya karena tidak bisa meyesuaikan diri sebaik mungkin didepan teman-temanku.
dengan muka memerah akupun sekuat tenaga meyakinkan diri bahwa itu bukan masalah besar, namanya saja baru pulang Jum'atan aku menyakinkan teman-temanku. Dia berlalu tanpa ekspresi apapun diraut wajahnya.
selang beberapa lama, akupun tau lelaki yang mendekati kebanyakn teman wanitaku itu bukanlah lelaki baik-baik menurutku, bayak temanku bergalau ria karenanya, banyak yang dikecewakan lalu ditinggal begitu saja dan masih banyak lagi.
lalu aku sadar, begitukah seseorang yang sampai sejauh ini setia bersamaku, membimbing mengarahkanku, meski dia tau sakitnya saat puncak amarahku menimpanya, ketika dia tau bahwa kehadiranya tidak aku inginkan.
tidak ada kata banyak yang ingin aku ungkapkan, sejauh ini aku hanya bersyukur kepada Sang maha Pengasih itu, bahwa Ia mengasihku lewat jalan mana saja yang DIA Kehendaki, dan apapun nanti kamu. kamu adalah seseorang yang sangat bermakna yang sejauh ini mampu merubahku menjadi wanita terhormat dari Sebelum-nya. terimaksih semoga kebaikan seantiasa berlimpah kepadamu dan Allah memberikan kemudahan atas sisa umurmu
Komentar
Posting Komentar