malam minggu
Jika kamu tau, pacaran tidak
boleh lalu kamu melanggarnya, lalu hatimu terluka olehnya, lalu kamu
menyalahkan sana-sini. harusnya kamu introfeksi diri, kamu yang “mau” dan kamu
yang melanggarnya, harusnya kamu malu, jika kamu menyalahkan sana sini padahal itu
salahmu, harusnya kamu tau diri, semua yang terjadi padamu adalah hasil dari
perbuatanmu, harusnya kamu berubah, belajar dari kesalahan bangkit dari
keterpurukan lalu berjuang menjadi lebih baik lagi, lihat pada dirimu apa yang
salah perbaikilah !
Kamu harus bertanggung jawab atas
pilihanmu, mulai sekarang kamu harus berubah, menjadi pejuang bukan pecundang.
##
Kamu yang memilih aku, jangan
keluhkan jika kamu temukan aku tidak sesuai dengan harapanmu, jangan kau
kesahkan jika kau temukan aku tidak sepemikiran denganmu, lalu kamu merajuk
memaksaku untuk mengikuti segala keinginanmu, apa hakmu? Mengatur semerdekamu? Jangan
memaksa kehendakmu untuk memenangkan egomu, jika kamu ingin mendapatkan yang
sesuai dengan harapamu, lalu kamu tidak temukan itu dariku, pergilah, cari apa
yang kamu mau, itu hakmu, kamu yang tau mana yang terbaik untukmu, jangan
memaksa apa yang tidak bisa, kamu punya pilihan, pililah yang mana baik
menurutmu.
**
Suatu saat kamu pasti akan
menemaniku, melewati hari sulit dan senangku, kamu meninggalkan keluargamu demi
aku, aku yang baru kamu kenal, dan kamu pasti akan berjuang mati-matian untuk
menafkahi aku, aku tau hati ibumu pasti sedih. bagaimaa tidak, dia yang
membesarkanmu, yang merawatmu dari kecil, dan dia yang membiayai studymu hingga
suksesmu, dia yang berjuang mati-matian untuk kelayakan hidupmu, setelah itu
kamu bersama orang lain yang baru saja kamu kenal, yang belum tentu bisa
menyayangimu setulus ibumu, yang belum tentu bisa memberikan apa yang ibumu
berikan dulu.
Dan kamu juga harus tau,
perempuan yang kamu ajak bersamamu adalah anak perempuan yang selalu
diperjungankan kebahagianya oleh orang tuanya, lalu dia memilih hidup
bersamamu, meninggalkan keluarganya untuk bersamamu, lalu dia tetap dirumah
untuk mengurus keperluanmu dan anakmu.
Kamu bisa berjaan ria bersama
temanmu tanpa ada anakmu, tapi seorang ibu tidak akan mampu berlaku seperti
itu, kamu bisa berselingkuh bersama wanita yang lebih cantik dari istrimu tapi
istrimu tentu tidak semudah kamu, jangankan untuk berselingkuh, daya tarik
istrimu sudah memudar karena sudah sibuk untuk mengurus rumahmu dan anakmu, dia
sudah tidak bisa merawat diri karena sudah disibukan oleh keperluan dirimu dan
anakmu, harusnya kamu tau kamulah yang sudah merebut kebahagianya dulu, harusnya
kamu mikir bagaimana lelahnya istrimu dirumah mengurus semuanya, da berjuang
untuk bisa jadi koki terbaik, jadi guru terbaik, jadi teman terbaik, jadi
pengasuh terbaik, jadi istri terbaik, jadi ibu terbaik, lalu jika anakmu besar
dan tidak sesuai harapan, pasti nama istrimu yang dibawa-bawa “itu gimana sih
ibunya didik anak, kok bisa begitu anaknya” begitu kiranya. Tidaklah mudah
menjadi seorang ibu, kamu harus tau itu, mungkin lelahmu dalam bekerja hanya
sebatas waktu dan hitungan jam, namun lelahnya istrimu tidak terbatas oleh
waktu, lelah fisik, hati dan semuanya dia rasakan.
**
Jadilah kamu orang baik, meski
tidak ada yang memujimu, meski tidak ada yang menghargaimu, meski tidak ada
yang memandangmu, sering kali kita lihat, sesuatu hal yang buruk lebih mudah
diingat dan lebih mudah tersebar dibanding sesuatu yang baik, namun kamu juga
harus tau seorang yang baik tidak akan terlupakan dan akan dikenang sampai
akhir hayatnya, seperti baginda Rasulullah.
Pada akhirnya juga kamu akan tau,
apa yang kamu lakukan bukan semata” ingin mendapat perhatian tapi karena
kewajibanmu sebagai manusia, dan biarlah itu menjadi urusanmu dan Rabb-Mu.
Dan jadikan dirimu menjadi apa
yang Rabb-Mu mau, tepatilah janjimu, bahwa hidup dan matimu hanya untuk-Nya,
jadikan dirimu orang yang berkelas, tidak usah risaukan apa yang mereka
katakana, tetaplah istiqomah pada jalan kebenaran, namun jangan lupa diri,
muhasabah diri, jangan menganggap dirimu sudah baik dari yang lain. Tetaplah
baik, biarlah DIA yang menilaimu, pasrahkan saja segalanya padanya, tetaplah
berusaha, iringalah dengan Do’a hasil
akhir serahkan pada-Nya.
#
Komentar
Posting Komentar