Tujuan
Semua orang pasti memiliki tujuan, semua orang pasti memilki keiginan semuanya pasti menginginkan keindahan, ketentraman kedamaian dan lain sebagainya.
**
jalanku mungkin tak semulus jalanmu, hidupku mungkin tak seindah hidupmu, namun disini kita memiliki tujuan yang sama, sama-sama ingin mencapai titik tujuan yang tak berakhir, dimana kita tak akan menemui jalan sesulit yang kita lalui saat didunia yang pernah kita singgahi.
##
1/5/2015, Ciputat
Senin pagi semua mahasiswa dengan cepat menempati tempat duduk yg mereka inginkan entah dimana mereka mengindahkan bangku mereka namun dari kejauahan seakan-akan mata berbicara bahwa itu bagian tempatku.
hari ini mata kuliah Aqidah yg dibawakan oleh bapak Siddiq, Semua mahasiswa tertunduk, bukan karena ketakutan akan wajahnya yg garang atau terkenalnya beliau kiler, itu karena kami sangat segan dengan beliau.
***
Saya sangatlah menghargai seseorang yg telat ke kampus karena mengantar ibunya yg sedang sakit, dan saya jamin saya akan memberinya nilai "A". serentak mahasiswa terdiam, tidak ada satupun dari kami yg berani menyanggah, karena kami tau beliau pasti memilki tujuan yang jelas mengapa sedemikan rupa beliau memperlakukan anak yg telat tadi.
mengapa?
karena dia jujur, dia mementingkan ibunya, jika kalian kuliah dan orientasi kalian kuliah hanya nilai, saya tidak tau dimana letak nilai ibadah kalian yang kalian katakan adalah hidupku hanya untuk Mencari Ridho Allah.
hening seisi kelas, yang memilki dua sisi, sisi kanan bagian dari wanita dan sisi kiri bagian dari laki-laki, beliau lebih mengarahkan pandangan ke sisi kiri, beliau juga sangat-sangatlah menjaga pandang terhadap kami kaum perempuan dimana letak seorang guru yang wajib kita contoh, bahkan beliau sangatlah menjunjung tinggi Sunnah Nabi Muhammad.
" seumpama kita makan, sebanyak apapun makan kita sebergizi apapun makan kita apakah akan menjamin kita sehat? apakah akan menjamin kita tidak sakit?
serentak seisi kelas menjawab tidak, namun kita tidaklah paham mengapa demikin jawaban kita.
iyaa, karena yang bisa menjamin kita sehat dan yang menjamin kita tidak sakit hanya Allah Ta'ala.
**
hakikat seorang ibu, ibu dalah pendidik utama bagi anak, disinilah beliau mengangungkan ibunya, bahkan ibunya mendidik beliau sangatlah hati-hati sekali, membatasi apa yag harus ditonton membatasi antara pergaulan dan membebnarkan mana yg hak dan mana yang batil, hingga bagimana sikap,ucapan serta tindakan beliaupun tercermin sedemikian baiknya.
Komentar
Posting Komentar