SENJA DI PELUPUK MATA














Berdakwahlah, dakwah tak musti harus ceramah di depan para jamaah atau harus dengan bicara lentang di toa, di zaman yang serba moderen kini, kita sangatlah mudah untuk berdakwah dengan kita share ilmu kita disosial media, menulis di blogger dan lain sebagainya.
ada suatu hal yang aku takutkan dengan zaman ini, dengan kondisi yang serba maju dipermudahkan segala apa yang kita butuhkan, namun kadang banyak pihak yang salah dalam menggunakan, jujur kini Alhamdulillah saya mulai sedikit paham bukan banyak, melainkan hanya secuil bagai sebutir pasir diantara tumpukan gurun, Allah !!
Miris sungguh hidup saya ini, sudah sekian tahun Allah memberikan segala nikmat, dari yang besar hingga yang terbesar dan yang tak tehingga..
nikmat mana yag kecil menurutku yg datangnya dari Allah? tidak ada bukan, nikmatnya selalu bernilai besar hingga aku tak mampu mengukur dengan imajinasiku dan akal sehatku.
Dulu ketika saya belum paham dengan cara menggunakan sosial media saya sama  kok seperti mereka, hobi sekali update status, share foto jujur sekali saya sangatlah bangga saat itu, ketika saya share foto dan status banyak yang like, banyak yg komentar dll.
namun sekarang saya lebih ingin hati-hati dalam menggunakan yang namanya sosial media, ada satu artikel yang saya baca dimana sebuah artikel itu menambah ilmu saya dan membuat saya gemetar membacanya, kita tidak tau mana tau tulisan kita yang kita sebut hanya sebatas tulisan itu berpengaruh besar terhadap mereka yang membacanya.

**
banyak yang bilang diantara kita ingin sekali masuk surga, namun jarang sekali yang mencari untuk bekalnya, banyak yang bilang tak ingin masuk neraka namun banyak sekali yang mendekatinya.
itulah ujian kita didunia dan mengapa kita diakatakn makhluk yang paling baik karena kita diberikan lebih dari makhluk yang lainya apa kelebihan kita? "AKAL" kita diberikan akal agar kita bisa berfikir, bisa memilih, bisa membatasi, dan bisa menentang, dan masih banyak lagi.
kita bisa Lebih mulia dari malaikat jika kita Bertaqwa kepada Allah, dan kita bisa lebih hina daripada binatang jika kita  menentang Perintah Allah.
##
islam adalah agama penutup agama penyempurna untuk agama-agama sebelumnya, namun masih banyak orang yang diluar sana masih enggan untuk membenarkan Islam, bersyukurlah ketika hati kita masih bisa menerima islam adalah agama Hak kita, bersykurlah jika hati kita masih bisa menerima Kebenaran Allah, karena masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita,  jagalah itu jika kau memlikinya karena jika itu hilang dari hatimu maka hilanglah semua yang kau miliki, karena saya sendiri yang pernah mengalaminya.
dulu ketika saya tidak memilki apa-apa, ketika saya terbuang jauh dari mereka, namun hati saya tetaplah damai saya berteguh pada agama saya bahwa segala sesuatu tidaklah akan terjadi tanpa adanya kehendak sang kuasa, saya kuat saat itu saya yakin Allah sayang dan rindu kepada saya karena Allah berikan ujian yang teramat dasyatnya, namun ketika cahaya iman itu hilang sekalipun hidup saya berada disekeliling orang yang saya sayang dan harta yang saya miliki hidup saya terasa sempit, semua yang saya lakukan tak bisa membuat saya bahagia, saya sadar saat itu bahwa saya harus kembali lagi kepada Allah, namun berat sekali untuk melangkah karena iman itu benar-benar hilang.

Komentar

Postingan Populer