pengumpat yang sadis




dengan lantang dia mentertawakan, apa tidak salah ngambil jurusan itu? prospek kedepanya apa? mau jadi apa? Ustad? hahahaha... katanya dengan Sadis.
Aku hanya bisa diam menunggu dia memojokan Temanku, okelah biarkan saja dia begitu kita pergi aja, dia gila, memang gila !! ajaku pada temanku itu.
dia hanya diam, entah apa yang ada difikiranya hingga membuat wajahnya menjadi murung lesu begitu.
" apa Antum mengambil hati pembicaraanya itu? " tanyaku padanya
dia hanya mengangat alis, tak ada jawaban "yes" atau "no"
aku mencoba mengerti, mungkin dia sungguh kesal atau ragu akan jurusan yg ia tekuni.
 Lupakanlah Qi.. janganlah Antum ambil hati ucapanya itu, dia mungkin belum paham atas pilihan baikmu, antum yang memiliki hidup, semua pilihan ada ditangan antum lantas mengapa antum jadi ragu hanya karena si pengumpat?
kalau di fikir-fikir benar juga sii, Rifqi menimpali omonganku.
hah? aku hanya melonggo dengan peryataanya itu.
 "jangan bilang antum akan pindah jurusan karena dia"
"iyaa nggaklah, aku harus bisa buktikan jurusan yg aku ambil itu tidak salah, dan aku yakin dia menyesal karena meremehkan jurusan yang aku ambil"

**
modern kini sungguh miris jika kita tinjau, banyak nilai-nilai agama tergeser oleh budaya barat yang merusak moral dan akhlak anak bangsa terkhususnya di bu kota, jangankan dikota yang jelas-jelas tata nilai norma etika sudah tak diperhatikan lagi dipedesaan kini sudah menjadi hal yang lumrah kita jumpai, agama hanya tinggal sebuah nama kulitas  sedikit saja yang kasat oleh mata
sungguh bangganya mengikuti trend budaya barat, koleksi musik, bernyayi, cara berpakaian dll.
.Cerita diatas tadi adalah cerita nyata, dimana yang jadi lakonnya adalah sahabat dekatku sendiri.
dimana sahabatku itu kuliah ambil jurusan tafsir hadits, dan diremehkan dicemooh layaknya orang tak punya akhlak sedikitpun.
katanya mau jadi apa dengan jurusan itu, mau kerja apa dengan jurusan itu dan masih banyak lagi. menurutku dia sadis dan  sangat sadis, dia itu loh aneh orang kita belajar kok masih mikirin dunia, orang kita nuntut ilmu kok orientasinya masih harta, Nauzubillah !!
siapa yang bisa menjamin Rizqi Sesorang? siapa pula yang bisa menjamin kemakmuran Masa depan seseorang?
kita manusia tidak boleh sombong dengan lantangnya sudah menggariskan takdir hidup seseorang, punya apa dia sehingga dia mengatakan masa depan jurusan itu tidak ada, jadi ustd itu tidak akan kaya, emang hidup cukup  kita ukur dengan materi saja? emangnya hidup cukup dengan kita ukur banyaknya harta? Allah !!
semoga kita seantiasa memperbaiki niat kita, semoga kita bukan tergolong orang-orang yang merugi.
##
Sesekali kita harus melihat luasya rahmat, karunia serta Rahman dan Rahim Allah, agar kita senantiasa bernyukur berhati-hati dalam berucap bertindak.
semoga Allah senantiasa melindungi kita dari perkara yang sia-sia

Komentar

Postingan Populer